Wedding Preparation: Venue Hunting

Dari awal berencana untuk menikah, saya, Firly dan keluarga memutuskan untuk mengadakan acara pernikahan yang tidak terlalu besar. Maksimal undangan yang kita kirim adalah 400 undangan, tapi kalau bisa dikurangin banget sampai sekitar 300 undangan. Jadi, saat mencari venue kita fokus ke venue-venue dengan kapasitas sedang. Sebenarnya sih saya pengennya kalau bisa lebih kecil lagi acaranya, seperti di restoran ataupun di taman. Tapi, tentunya kita juga harus mengakomodir keinginan orang tua. Jadi, tentunya konsep pernikahan kecil seperti itu harus dibuang jauh-jauh. Berikut adalah beberapa tempat yang sempat kita survey:

1. Gedung Aneka Tambang
Jujur, sebenarnya saya tidak terlalu excited untuk mempertimbangkan Gedung Aneka Tambang atau ANTAM sebagai tempat acara pernikahan saya. Berdasarkan pengalaman saya terakhir ke acara pernikahan di sana, gedungnya terkesan tua dan remang-remang. Tapi, orang tua saya bilang kalau terakhir mereka kesana, ruangannya jadi tampak bagus karena dekorasi acaranya. Jadi, waktu itu saya  putuskan untuk menghubungi CPnya. Kesan pertama saya melalui telepon, CPnya terdengar kurang ramah dan kurang informatif.  Tapi mungkin itu perasaan saya aja. Akhirnya, saya memutuskan untuk survey langsung ke lokasi pada saat weekend.

Sampai di sana, kebetulan waktu itu sedang ada acara. Saya langsung ke ruang marketingnya bersama Firly dan disambut oleh Ibu Ita. Beliau menjelaskan kepada kita mengenai ketentuan penggunaan ruangan. Di ANTAM, kita harus menggunakan vendor-vendor rekanan mereka. Jika tidak, akan terdapat charge yang dikenakan kepada kita. Di samping itu, akan ada charge-charge lainnya seperti charge akad, kebersihan, izin keramaian, sewa panggung dan sound system. Wah, saya  langsung pikir ribet banget ini sepertinya kalau mengadakan acara di sini. Menurut saya, terlalu banyak charge tambahan yang bisa membuat budget bengkak. Kita sempat lihat juga ruangan ballroom yang saat itu sedang dipakai untuk acara pernikahan. Saya sih tidak terlalu sreg melihatnya. Namun demikian, sepulangnya dari sana saya tetap memasukkan gedung ini sebagai salah satu pertimbangan karena secara luas ruangan, ballroom di Gedung ANTAM ini dapat menampung jumlah undangan saya.
Suasana ketika masuk ballroom.
Ceiling dan art glass yang menghiasi dinding.
Suasana di depan ballroom.

2. Sovereign Plaza
Awalnya saya tidak kepikiran untuk mempertimbangkan Sovereign Plaza sebagai tempat acara pernikahan saya. Namun, waktu itu kakak saya bilang kenapa tidak cek sana aja. Akhirnya saya baru kepikiran untuk cek tempat ini.

Ballroom di Sovereign Plaza dikelola oleh BRP yang juga merupakan pengelola dari ballroom di Sucofindo dan SMESCO. Website BRP sendiri menurut saya sangat informatif. Berbekal informasi yang saya dapat di websitenya, saya langsung menghubungi salah satu marketingnya yaitu Mbak Rizki. Saat berbicara dengan Mbak Rizki melalui telepon, saya merasa sangat senang karena dia sangat informatif dan ramah. Sebuah poin plus bagi saya yang sangat mementingkan chemistry dengan vendor. Hari itu juga saya janjian dengan Mbak Rizki untuk datang ke lokasi.

Begitu sampai di sana, saya dan orang tua langsung disambut oleh Mbak Rizki. Ia menjelaskan mengenai terms and conditions untuk menggunakan ballroomnya. BRP sendiri menggunakan sistem paket, di mana paket yang ditawarkan di Sovereign Plaza ada 3 jenis, yaitu Paket Gardenia, Jasmine dan Edelweiss. Perbedaannya yang utama adalah di pilihan vendor catering, jenis live music yang ditawarkan dan jumlah paxnya. Jadi, paket-paket di sini itu sudah mencakup catering, pakaian, dekorasi, musik, dokumentasi, WO dan MC. Pada saat saya lihat list rekanan vendornya, menurut saya vendornya bagus-bagus. Jika kita ingin menggunakan vendor non rekanan pun tidak akan ada charge tambahan (kecuali untuk catering wajib dari gedung) dan bisa dilakukan pengurangan ke nilai paketnya. 

Waktu itu Mbak Rizki juga menjelaskan bahwa sedang ada promo ulang tahun BRP yang berupa free akad nikah dan hadiah tambahan berupa voucher MAP atau sushi tei serta salah satu dari pilihan berikut:
1. Cashback 10 juta;
2. Cinematic video;
3. Logam mulia 10 gram + unlimited photobooth 3 jam;
4. Akomodasi honeymoon di Lombok / Bali / Phuket;
5. Foto prewedding dan penggunaan wedding car selama 10 jam.

Setelah dijelaskan mengenai paket-paketnya, kami diantar ke ruangan ballroom yang ada di lantai 23 atau lantai paling atas gedung untuk melihat langsung suasananya. Begitu masuk ke ruangan, saya sangat jatuh cinta dengan ruangannya. Ceilingnya tinggi, ruangannya full carpet dan chandelier yang menggantung sangat menambah kecantikan ruangan. Di samping itu, ruangannya juga masih sangat terawat. Jadi, enak dilihatnya. Namun, kekurangan dari ballroom ini adalah bentuk ruangannya yang memanjang dan luasnya yang tidak terlalu besar. Tapi, bagi saya ruangan ini masih bisa menampung untuk jumlah undangan yang saya inginkan yaitu sekitar 300. Berikut ini merupakan foto-foto ruangan di Sovereign Plaza.
The ballroom.
Ruang rias pengantin.
Ruang rias keluarga.

3. Hotel Gran Mahakam
Sepulangnya dari Sovereign Plaza, saya dan orang tua mampir ke Hotel Gran Mahakam untuk survey. Sebenarnya setahun sebelumnya saya sempat menghadiri acara pernikahan di sana, jadi sudah tau kurang lebih ruangannya seperti apa. Saya sangat suka dengan suasananya yang berwarna pastel.

Sesampainya disana, kita dijelaskan oleh marketingnya mengenai harga dan terms and conditions penggunaan ruangannya. Paket yang ditawarkan oleh Hotel Gran Mahakam antara lain hanya mencakup venue, makanan dan sedikit dekorasi bunga di beberapa spot. Untuk vendor-vendor lainnya kita harus urus sendiri karena mereka juga tidak memiliki rekanan. Tidak ada charge tambahan juga untuk vendor-vendor yang akan kita gunakan. Jadi, kita bebas untuk memilih vendor manapun.

Kekurangan tempat ini menurut saya adalah ceilingnya yang sangat rendah. Namun demikian, tempat ini memang sangat cocok dan cantik untuk mengadakan intimate wedding. Berikut foto-foto ruangannya yang sempat saya ambil dengan HP saya:
Area menuju main ballroom.
Area ballroom (1).
Area Ballroom (2)

4. Soehanna Hall
Tempat terakhir yang kita survey adalah Soehanna Hall yang berada di Energy Building, SCBD. Waktu itu kita sempat bingung harus nanya tentang hallnya ke siapa karena tidak ada yang standby. Akhirnya, kita bertemu dengan salah satu pengelolanya. Ia mengajak kami berkeliling melihat-lihat ruangannya. Saya sih suka banget ya sama suasananya, kayu semua dan karpetnya berwarna pastel. Tapi over budget banget kalau di sini. Di samping itu, sebenarnya hall ini diperuntukan untuk ruang konser. Jadi, secara bentuk ruangan memang lebih cocok untuk konser. Berhubung biayanya yang cukup mahal, kita langsung coret tempat ini dari list. 
Suasana ballroom dan stage pelaminan.

Dari review-review saya di atas, sepertinya sudah jelas ya saya jadinya memilih venue yang mana :) Pengalaman wedding preparation saya akan saya ceritakan lagi di post saya selanjutnya ya. See you on my next posts!

0 thoughts: