Our Journey

It all started back in 2015, when one of my best friends told me that a friend of her boyfriend's would like to be introduced to me. I didn't take it seriously at that time as I was quite tired of dating games. So, a month passed without any further conversation about it. Until one night, my best friend told me again that this man really wants to be introduced to me and asked for my number. This time, I gave her my permission to forward my contact to him.

It only took 5 minutes for him to reach me after my best friend gave him my contact. "Hi," he texted. It tickled me that he made the move very quickly. I thought this man was really straightforward. Nonetheless, we kept the conversation going all night long – trying to get to know each other – until we both got very sleepy. The next couple of days, we constantly talked to each other until one day he asked if we could meet.

When we first met, the chemistry between us somehow felt very right. I felt so comfortable talking to him, and I think so did he. I could sense that he is a very nice guy. We talked about so many things. Afterwards, he took me home that night and all the way home, I could feel butterflies all over my stomach.

Our relationship somehow progressed very quickly. Everything just felt so right. On 21 November 2015, he finally asked me to be his girlfriend and I said yes. From the beginning of our relationship, he already said to me that he would like to take our relationship seriously. If everything goes well, he would like to get married within 2 years.

Fast forward to 15 September 2018, we finally got married. It wasn't easy at all for us to finally reach this stage. Just like any normal couples out there, we also had our ups and downs. Nevertheless, we always did everything we could to maintain our relationship. 

I couldn't be happier that things finally start to fall into place now. Being married to him is indeed a blessing for me. I feel so lucky to have a husband who is so kind, caring, supportive, and hardworking like him. I truly hope that our marriage can last until death do us apart.

Wedding Preparation: Hunting Vendor Dekorasi

Setelah saya memilih venue untuk pernikahan saya nanti (saya akhirnya memilih Sovereign Plaza), saya segera mereview list rekanan vendor dekorasi di Sovereign Plaza. Dalam mencari vendor dekorasi, saya memilih vendor-vendor yang portofolionya sesuai dengan tema dan adat yang akan saya gunakan, yaitu sunda. Jadi, vendor-vendor dengan keahlian dekorasi adat lainnya seperti minang langsung saya coret dari list. Setelah mereview list vendor dekorasi rekanan yang ada, saya mengkerucutkan opsi saya menjadi 3 vendor, yaitu Arrya Decoration, Oemah 72, dan Sulthan Decoration. 

1. Arrya Decoration
Waktu itu saya kirim email ke contact person Arrya Decoration, tapi tidak dibalas. Jadi, saya coba kontak mereka lagi melalui WA. Namun, tetap tidak ada balasan. Akhirnya saya berhenti berusaha menghubungi mereka. Tiba-tiba, email yang saya kirimkan pada tanggal 21 Desember 2017 dibalas oleh mereka pada tanggal 7 Februari 2018. Sedangkan, WA chat yang saya kirimkan pada tanggal 10 Januari 2017 baru dibalas pada tanggal 6 Februari 2018. Melihat respon mereka yang sangat lama, saya langsung coret mereka dari list.

2. Oemah 72
Oemah 72 ini sepertinya merupakan salah satu vendor dekorasi favorit di Sovereign Plaza. Jika dilihat dari portofolionya, tastenya sangatlah bagus dan hasilnya juga rapi. Akhirnya, saya buat janji untuk bertemu dengan sang owner, Ibu Angela. Dari pertemuan dengan Ibu Angela, saya menilai bahwa dekorasi mereka memang sangat cantik. Tidak heran mereka sering dipilih untuk perform di Sovereign Plaza. Tapi, waktu itu saya tidak langsung memutuskan untuk memakai mereka karena ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan lagi. Terutama mengenai penambahan biaya yang dikenakan untuk dekorasi yang saya inginkan. 

3. Sulthan Decoration
Vendor dekorasi terakhir yang saya hubungi adalah Sulthan Decoration. Untuk di Sovereign Plaza, contact personnya adalah Mas Yanto. Dari awal chat via WA sama Mas Yanto, saya merasa bahwa orangnya sangat ramah dan sabar. Kemudian, saya atur janji untuk bertemu langsung dengan Mas Yanto untuk membahas lebih lanjut mengenai penawaran paketnya. Dari pertemuan pertama, saya sangat mengapresiasi Mas Yanto karena datang dengan tepat waktu dan dia juga terlihat siap untuk memberikan presentasi mengenai Sulthan Decoration kepada saya dan Firly. Ia menjelaskan item-item apa saja yang akan saya dapatkan dari paket standar di Sovereign Plaza. Kebetulan, untuk paket Sulthan Decoration sendiri akan ada kewajiban penambahan biaya sejumlah Rp2.500.000. Penambahan biaya lainnya tergantung pada detail dekorasi yang saya inginkan.

Saat melihat portofolio dari Sulthan Decoration, ada 1 dekorasi yang sangat cocok dengan tema saya dan saya langsung suka dengan dekorasi tersebut. Padahal awalnya saya sempat khawatir tidak akan ada yang cocok karena kalau dilihat dari Instagramnya, hasil Sulthan Decoration ini lebih menonjol di dekorasi gebyok khas Jawa. Mas Yanto juga sangat terbuka apabila kita menemukan dekorasi yang kita suka di internet, untuk dibuatkan oleh Sulthan Decoration. 

***
Setelah mempertimbangkan ketiga vendor di atas, saya dan Firly akhirnya sepakat untuk menggunakan Sulthan Decoration di acara pernikahan kami nanti. Semoga hasil yang ditampilkan di pernikahan saya nanti akan sesuai atau bahkan melebihi dari ekspektasi saya. Bismillahirrahmanirrahim.

Wedding Preparation: Venue Hunting

Dari awal berencana untuk menikah, saya, Firly dan keluarga memutuskan untuk mengadakan acara pernikahan yang tidak terlalu besar. Maksimal undangan yang kita kirim adalah 400 undangan, tapi kalau bisa dikurangin banget sampai sekitar 300 undangan. Jadi, saat mencari venue kita fokus ke venue-venue dengan kapasitas sedang. Sebenarnya sih saya pengennya kalau bisa lebih kecil lagi acaranya, seperti di restoran ataupun di taman. Tapi, tentunya kita juga harus mengakomodir keinginan orang tua. Jadi, tentunya konsep pernikahan kecil seperti itu harus dibuang jauh-jauh. Berikut adalah beberapa tempat yang sempat kita survey:

1. Gedung Aneka Tambang
Jujur, sebenarnya saya tidak terlalu excited untuk mempertimbangkan Gedung Aneka Tambang atau ANTAM sebagai tempat acara pernikahan saya. Berdasarkan pengalaman saya terakhir ke acara pernikahan di sana, gedungnya terkesan tua dan remang-remang. Tapi, orang tua saya bilang kalau terakhir mereka kesana, ruangannya jadi tampak bagus karena dekorasi acaranya. Jadi, waktu itu saya  putuskan untuk menghubungi CPnya. Kesan pertama saya melalui telepon, CPnya terdengar kurang ramah dan kurang informatif.  Tapi mungkin itu perasaan saya aja. Akhirnya, saya memutuskan untuk survey langsung ke lokasi pada saat weekend.

Sampai di sana, kebetulan waktu itu sedang ada acara. Saya langsung ke ruang marketingnya bersama Firly dan disambut oleh Ibu Ita. Beliau menjelaskan kepada kita mengenai ketentuan penggunaan ruangan. Di ANTAM, kita harus menggunakan vendor-vendor rekanan mereka. Jika tidak, akan terdapat charge yang dikenakan kepada kita. Di samping itu, akan ada charge-charge lainnya seperti charge akad, kebersihan, izin keramaian, sewa panggung dan sound system. Wah, saya  langsung pikir ribet banget ini sepertinya kalau mengadakan acara di sini. Menurut saya, terlalu banyak charge tambahan yang bisa membuat budget bengkak. Kita sempat lihat juga ruangan ballroom yang saat itu sedang dipakai untuk acara pernikahan. Saya sih tidak terlalu sreg melihatnya. Namun demikian, sepulangnya dari sana saya tetap memasukkan gedung ini sebagai salah satu pertimbangan karena secara luas ruangan, ballroom di Gedung ANTAM ini dapat menampung jumlah undangan saya.
Suasana ketika masuk ballroom.
Ceiling dan art glass yang menghiasi dinding.
Suasana di depan ballroom.

2. Sovereign Plaza
Awalnya saya tidak kepikiran untuk mempertimbangkan Sovereign Plaza sebagai tempat acara pernikahan saya. Namun, waktu itu kakak saya bilang kenapa tidak cek sana aja. Akhirnya saya baru kepikiran untuk cek tempat ini.

Ballroom di Sovereign Plaza dikelola oleh BRP yang juga merupakan pengelola dari ballroom di Sucofindo dan SMESCO. Website BRP sendiri menurut saya sangat informatif. Berbekal informasi yang saya dapat di websitenya, saya langsung menghubungi salah satu marketingnya yaitu Mbak Rizki. Saat berbicara dengan Mbak Rizki melalui telepon, saya merasa sangat senang karena dia sangat informatif dan ramah. Sebuah poin plus bagi saya yang sangat mementingkan chemistry dengan vendor. Hari itu juga saya janjian dengan Mbak Rizki untuk datang ke lokasi.

Begitu sampai di sana, saya dan orang tua langsung disambut oleh Mbak Rizki. Ia menjelaskan mengenai terms and conditions untuk menggunakan ballroomnya. BRP sendiri menggunakan sistem paket, di mana paket yang ditawarkan di Sovereign Plaza ada 3 jenis, yaitu Paket Gardenia, Jasmine dan Edelweiss. Perbedaannya yang utama adalah di pilihan vendor catering, jenis live music yang ditawarkan dan jumlah paxnya. Jadi, paket-paket di sini itu sudah mencakup catering, pakaian, dekorasi, musik, dokumentasi, WO dan MC. Pada saat saya lihat list rekanan vendornya, menurut saya vendornya bagus-bagus. Jika kita ingin menggunakan vendor non rekanan pun tidak akan ada charge tambahan (kecuali untuk catering wajib dari gedung) dan bisa dilakukan pengurangan ke nilai paketnya. 

Waktu itu Mbak Rizki juga menjelaskan bahwa sedang ada promo ulang tahun BRP yang berupa free akad nikah dan hadiah tambahan berupa voucher MAP atau sushi tei serta salah satu dari pilihan berikut:
1. Cashback 10 juta;
2. Cinematic video;
3. Logam mulia 10 gram + unlimited photobooth 3 jam;
4. Akomodasi honeymoon di Lombok / Bali / Phuket;
5. Foto prewedding dan penggunaan wedding car selama 10 jam.

Setelah dijelaskan mengenai paket-paketnya, kami diantar ke ruangan ballroom yang ada di lantai 23 atau lantai paling atas gedung untuk melihat langsung suasananya. Begitu masuk ke ruangan, saya sangat jatuh cinta dengan ruangannya. Ceilingnya tinggi, ruangannya full carpet dan chandelier yang menggantung sangat menambah kecantikan ruangan. Di samping itu, ruangannya juga masih sangat terawat. Jadi, enak dilihatnya. Namun, kekurangan dari ballroom ini adalah bentuk ruangannya yang memanjang dan luasnya yang tidak terlalu besar. Tapi, bagi saya ruangan ini masih bisa menampung untuk jumlah undangan yang saya inginkan yaitu sekitar 300. Berikut ini merupakan foto-foto ruangan di Sovereign Plaza.
The ballroom.
Ruang rias pengantin.
Ruang rias keluarga.

3. Hotel Gran Mahakam
Sepulangnya dari Sovereign Plaza, saya dan orang tua mampir ke Hotel Gran Mahakam untuk survey. Sebenarnya setahun sebelumnya saya sempat menghadiri acara pernikahan di sana, jadi sudah tau kurang lebih ruangannya seperti apa. Saya sangat suka dengan suasananya yang berwarna pastel.

Sesampainya disana, kita dijelaskan oleh marketingnya mengenai harga dan terms and conditions penggunaan ruangannya. Paket yang ditawarkan oleh Hotel Gran Mahakam antara lain hanya mencakup venue, makanan dan sedikit dekorasi bunga di beberapa spot. Untuk vendor-vendor lainnya kita harus urus sendiri karena mereka juga tidak memiliki rekanan. Tidak ada charge tambahan juga untuk vendor-vendor yang akan kita gunakan. Jadi, kita bebas untuk memilih vendor manapun.

Kekurangan tempat ini menurut saya adalah ceilingnya yang sangat rendah. Namun demikian, tempat ini memang sangat cocok dan cantik untuk mengadakan intimate wedding. Berikut foto-foto ruangannya yang sempat saya ambil dengan HP saya:
Area menuju main ballroom.
Area ballroom (1).
Area Ballroom (2)

4. Soehanna Hall
Tempat terakhir yang kita survey adalah Soehanna Hall yang berada di Energy Building, SCBD. Waktu itu kita sempat bingung harus nanya tentang hallnya ke siapa karena tidak ada yang standby. Akhirnya, kita bertemu dengan salah satu pengelolanya. Ia mengajak kami berkeliling melihat-lihat ruangannya. Saya sih suka banget ya sama suasananya, kayu semua dan karpetnya berwarna pastel. Tapi over budget banget kalau di sini. Di samping itu, sebenarnya hall ini diperuntukan untuk ruang konser. Jadi, secara bentuk ruangan memang lebih cocok untuk konser. Berhubung biayanya yang cukup mahal, kita langsung coret tempat ini dari list. 
Suasana ballroom dan stage pelaminan.

Dari review-review saya di atas, sepertinya sudah jelas ya saya jadinya memilih venue yang mana :) Pengalaman wedding preparation saya akan saya ceritakan lagi di post saya selanjutnya ya. See you on my next posts!

Our Engagement Day

We're engaged! Pada 4 Maret 2018 yang lalu, Firly resmi melamar saya di depan seluruh anggota keluarga. Sebelumnya, kita telah berpacaran selama lebih 2 tahun hingga akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan hubungan kita ke jenjang selanjutnya. Selama masa persiapan acara lamaran, saya banyak terbantu dengan tulisan banyak orang di internet. Segala hal dari A-Z tentang persiapan acara lamaran bisa saya temukan di internet. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk membuat tulisan ini dengan harapan saya juga bisa membantu bride-to-be lainnya di luar sana. Anggap saja tulisan ini sebagai bentuk pay it forward saya. Baiklah, berikut saya review beberapa vendor yang kemarin membantu kelancaran acara lamaran saya.

1. Dokumentasi Foto & Video: Paraviver Photography (@paraviver_photography)
Menemukan Paraviver rasanya seperti nemuin hidden gem di Instagram. Setelah pusing dengan harga vendor dokumentasi yang kebanyakan sangat pricey, saya ga sengaja menemukan Paraviver di Instagram. Waktu itu kalau ga salah bio Instagram mereka tulisannya "Wedding starts from 6 mio". Jadi saya pikir, wah affordable nih kayaknya. Langsung saja saya minta pricelistnya.

Waktu itu saya langsung hubungi kontak yang tertera di profilenya, yaitu Mas Iyan atau owner sekaligus fotografer dari Paraviver itu sendiri. Senang banget waktu liat pricelistnya karena masuk banget ke budget kami. Jadilah saya langsung booking untuk acara lamaran. Oh iya, satu hal lagi yang bikin saya yakin memilih Paraviver adalah karena tone fotonya yang menurut saya bagus bangeeet. Buat yang kenal saya pasti akan mikir kalau tone dan style fotonya Paraviver ini saya banget :)

Di hari H, Mas Iyan datang berdua dengan videografer pada saat saya sedang dimakeupin. Jadi, mereka sudah mulai ambil gambar dari situ. Sambil menunggu proses makeup saya selesai, mereka juga berinisiatif untuk keliling rumah saya untuk foto dekorasi acara sebelum tamu-tamu datang. Salah satu hal yang saya sangat salut dengan Paraviver adalah mereka sangat bisa melihat spot yang bagus untuk difoto. Bahkan spot di rumah saya yang selama ini saya anggap biasa aja bisa mereka buat bagus banget di foto. Saya puas sekali dengan performance mereka!

2. Makeup: Ajeng Andaruni (@makeupbyaandaruni)
Mbak Ajeng ini adalah MUA yang saya pilih untuk lamaran saya kemarin. Awal nemu dia dari hasil ngubek-ngubek Instagram. Untuk acara lamaran, saya ingin makeup yang natural dan tidak berlebihan karena konsep acaranya sendiri adalah sederhana. Begitu saya liat portofolionya Mbak Ajeng di Instagram, saya merasa sesuai dengan style makeupnya. Makanya saya segera menghubungi dia untuk booking tanggal. Untuk hairdonya sendiri, waktu itu Mbak Ajeng dibantu oleh Mas Maun (@maun_hairdojakarta).

Di hari H, Mbak Ajeng dan Mas Maun datang dengan sangat tepat waktu. Selama proses makeup sendiri saya merasa tenang karena saya yakin hasilnya tidak akan mengecewakan. Mbak Ajeng sendiri tipe orangnya bukan yang banyak bicara selama proses makeup, tapi hal itu membuat saya nyaman dimakeupin sama dia. Begitu proses makeup dan hairdo selesai, saya puas sekali sama hasilnya. Hasil makeupnya persis seperti yang ada di bayangan saya. Pokoknya highly recommended deh!

3. Catering: Dapur Kita (@dapurkitacatering)
Dapur Kita Catering adalah vendor penyelamat kita di saat kepepet! Kalau ga ada vendor ini, saya ga kebayang deh acara lamaran kemarin akan seperti apa. Kenapa saya bilang gitu? Jadiiii, awalnya saya tuh pakai vendor catering lain untuk acara lamaran. Vendor ini dipilih sama Mama saya karena rasanya enak. Tapi, walaupun rasanya emang enak, Mama saya sebenarnya merasa pelayanan dari vendor catering ini kok agak kurang menyenangkan ya. Tapi waktu itu saya dan Mama abaikan saja dan banyak berdoa semoga di hari H bisa perform dengan baik. Eeeh tiba-tiba, di H-3 acara lamaran, Mama dihubungi oleh pihak vendor cateringnya karena mereka mau cancel pesenan kita! Alasannya karena orang tuanya baru saja meninggal, sehingga sedang dalam masa berkabung. Ya kita ngerti siiiih kalau lagi berkabung, tapi nyari vendor catering H-3 tuh rasanya bikin sakit kepala banget. Mungkin waktu itu harusnya kita percaya sama feeling kita tentang vendor ini. Pelajaran banget untuk semua orang yang sedang mempersiapkan acara lamaran ataupun pernikahan, always trust your intuition.

Untungnya waktu Mama dihubungi mengenai pembatalan tersebut, saya sedang cuti dari kantor. Jadi, kita berdua bisa langsung jalan mencari vendor-vendor di daerah rumah saya yang kira-kira mau menyanggupi pesanan last minute kita ini. Pas lagi di jalan kita juga belum tau sebenarnya mau tujuannya kemana, karena bingung banget catering apa saja yang ada di daerah rumah saya. Akhirnya, dari Google saya menemukan Dapur Kita Catering. Jujur, sebelumnya saya belum pernah dengar catering ini. Tapi, kalau diliat dari Instagramnya sih meyakinkan.

Pas kita tau alamatnya, kita langsung menuju kesana. Begitu sampai, somehow hati saya langsung merasa sedikit tenang karena tempatnya menunjukan kalau vendor catering ini meyakinkan. Waktu itu kita dilayani oleh Mbak Ria yang sangat baik hati. Mbak Ria dengan sabar menjelaskan paket hidangan yang mereka tawarkan. Saat kita sampaikan kalau acara kita dalam 3 hari lagi, untungnya Mbak Ria menyanggupi hal tersebut. Sebenarnya tadinya Mbak Ria berencana libur di tanggal lamaran saya karena 2 minggu berturut-turut dia belum ada libur. Makanya tanggal tersebut kosong. Tapi, begitu dengar alasan kita melakukan pesanan last minute, Mbak Ria mau menyanggupi. Thank God!

Pada saat H-1 acara, tim Dapur Kita datang untuk loading perlengkapan catering untuk esok harinya. Ketika hari H tiba, semua tim datang tepat waktu dan menghias meja sajinya. Pada saat acara, banyak sekali tamu yang memuji dan bilang kalau makanannya sangat enak. Alhamdulillah, lega banget rasanya vendor yang dipilih last minute ini malah jadi vendor yang paling banyak dipuji. Terima kasih banyak untuk Mbak Ria & tim!

4. Dekorasi: DIY Project
Dekorasi acara lamaran kemarin saya kerjakan sendiri. Alasan utamanya adalah untuk menekan budget. Di samping itu, saya orangnya cukup detail terhadap hal-hal yang visual. Jadi, tentunya saya akan merasa lebih puas kalau dekorasinya saya kerjakan sendiri.

Untuk rangkaian bunga, saya ditemani Firly beli bunga langsung di Pasar Rawa Belong pada H-1 acara. Waktu itu jenis-jenis bunga yang saya pilih adalah mawar putih, mawar merah, aster, lily casablanca, hydrangea, baby's breath, krisan, daun kadaka, dan amaranthus. Dengan harga yang sangat murah, saya bisa merangkai sampai 4 vas besar. Sisanya saya taruh di halaman rumahk saya sebagai aksen dekorasi halaman.

Di area halaman, saya ingin membuat dekorasi yang sedikit bernuansa rustic. Jadi, saya letakkan 2 box kayu di halaman supaya suasananya tidak terlalu sepi. Selain itu, saya juga letakkan aksesoris-aksesoris dekorasi lainnya yang bisa menambah kesan rustic. Untuk papan ucapan selamat datang, saya juga buat sendiri dengan mengikuti tutorial di YouTube. Walaupun mungkin dekorasi acara lamaran kita kemarin tidak sebagus buatan vendor-vendor dekorasi, tapi saya sangat puas dengan hasilnya karena dibuat dengan keringat sendiri.